Pekan ini bisa sangat membahagiakan buat para suporter Juventus. Si Nyonya Tua dapat mengamankan tiga perekrutan pemain baru untuk musim 2017-18. Sejauh ini pergerakan Juventus di bursa transfer terbilang lambat. Juventus baru merekrut Rodrigo Bentancur dari Boca Juniors dan Douglas Costa dari Bayern Muenchen. Juventus telah mendapatkan suntikan amunisi berharga dengan kehadiran Douglas Costa. Dengan … Read More

Juventus Lambat Dalam Perekrutan Pemain Di Bursa Transfer Kali Ini

Juventus Lambat Dalam Perekrutan Pemain Di Bursa Transfer Kali Ini

Pekan ini bisa sangat membahagiakan buat para suporter Juventus. Si Nyonya Tua dapat mengamankan tiga perekrutan pemain baru untuk musim 2017-18.

Sejauh ini pergerakan Juventus di bursa transfer terbilang lambat. Juventus baru merekrut Rodrigo Bentancur dari Boca Juniors dan Douglas Costa dari Bayern Muenchen. Juventus telah mendapatkan suntikan amunisi berharga dengan kehadiran Douglas Costa. Dengan dribbling skill-nya yang menawan, winger 26 tahun Brasil itu bakal membuat serangan sayap Juventus makin menakutkan.

Kemampuan untuk melewati lawan dengan dribel adalah salah satu atribut utama Costa. Itu bisa dilihat dari statistik yang dia catatkan bersama Bayern Munchen di Bundesliga. Memperkuat Bayern sejak musim 2015/16, Costa membukukan total 148 dribel sukses dalam 50 penampilan di Bundesliga. Selama periode yang sama, tak ada pemain lain di liga tertinggi Jerman yang statistik dribel suksesnya mampu menyamai Costa.

Akhir-akhir ini beberapa nama target sempat beredar untuk berlabuh di San Siro, tapi Juventus tidak kunjung bisa merealisasikan transfer mereka. Dari Steven N’Zonzi (Sevilla), Blaise Matuidi (Paris SG), Keita Balde Diao (Lazio), sampai Kostas Manolas (Roma).

Kegelisahan suporter Juventus tampaknya bisa mereda pekan ini. Setidaknya ada dua pemain baru yang akan diresmikan berbaju Juventus dengan nama ketiga mungkin juga bisa direalisasikan.

Nama pertama adalah Wojciech Szczesny. Penjaga gawang Arsenal yang musim lalu dipinjamkan ke AS Roma itu sudah tiba di Turin untuk menjalani tes medis bagi Juventus, Selasa (18/7/2017).

Sehari kemudian giliran Mattia De Sciglio yang dijadwalkan akan menjalani tes medis. De Sciglio sudah meninggalkan pemusatan latihan AC Milan di Guangzhou, China. Dia tidak bermain saat Milan menghadapi Borussia Dortmund dalam uji coba International Champions Cup, Selasa (18/7).

Nama ketiga yang masih belum pasti. Tapi, dia sudah mengarah positif. Orang itu adalah Nemanja Matic. Gelandang Chelsea itu ditengarai sudah menyepakati kesepakatan personal dengan Juventus. Yang ditunggu tinggal kesepakatan harga antara Juventus dan Chelsea. Chelsea menginginkan 40 juta euro, angka yang dipandang terlalu tinggi bagi Juventus.

Sebelumnya, Si Nyonya Tua terancam kehilangan pemain incaran karena dinilai tak serius memboyong winger Sampdoria, Patrik Schick. Juventus seperti ragu menuntaskan transfer 25 juta euro untuk Schick.

Padahal, wonderkid asal Republik Ceko ini sudah tes medis dengan Juventus bulan lalu. Sebaliknya, Juventus malah berubah pikiran dan hanya ingin meminjam Schick untuk satu musim. Dikabarkan, Juventus ragu dengan hasil tes medis yang dilakoni Schick, meski tidak dijelaskan betul apakah pemain berusia 21 tahun itu lolos tes medis atau tidak.

Pemilik Sampdoria, Massimo Ferrero geram dengan sikap Juventus ini. Mereka mengancam akan melepas Schick ke klub lain jika transfer tidak segera dirampungkan.

“Ini sebuah penghinaan. Mereka bilang dia tidak sehat, dia sangat sehat. Apa yang mereka temukan cuma flu saja!” kata Ferrero seperti dikutip soccerway.

Tanto kilat Paulo Dybala akhirnya menjadi pembuka kemenangan impresif Juventus atas Barcelona. Dybala malah cuma perlu waktu minim dari tujuh menit utk melukai Barca. Gol tersebut menimbulkan efek kejut sekalian efek perusak. Juventus beruntung 3-0 menjamu Barcelona dalam leg pertama babak perempat final UCL 2016/17, Rabu (12/4). Juventus menang melalui dua gol Dybala dalam babak … Read More

Dyabala Beri Efek Kejut Dan Rusak Permainan Barcelona

Dyabala Beri Efek Kejut Dan Rusak Permainan Barcelona

Tanto kilat Paulo Dybala akhirnya menjadi pembuka kemenangan impresif Juventus atas Barcelona. Dybala malah cuma perlu waktu minim dari tujuh menit utk melukai Barca. Gol tersebut menimbulkan efek kejut sekalian efek perusak.

Juventus beruntung 3-0 menjamu Barcelona dalam leg pertama babak perempat final UCL 2016/17, Rabu (12/4). Juventus menang melalui dua gol Dybala dalam babak pertama dan 1 gol Giorgio Chiellini dalam babak kedua.

Gol pembuka Dybala dari assist Juan Cuadrado tercipta hanya 6th menit 34 detik untuk kick-off. Gol itu tercatat sebagai gol tercepat yang bersarang di gawang Barca di semua kompetisi musim ini.

Gol kilat Dybala tersebut rupanya sukses menyediakan efek kejut sekaligus efek perusak. Itu terbukti dengan gol kedua yang disarangkannya di menit 22. Jaman Barcelona mencoba bangkit dalam babak kedua, mereka justru kebobolan gol ketiga untuk tendangan sudut Miralem Pjanic yang ditanduk masuk Chiellini pada menit 55.

Tersebut adalah gol bonus kedua Chiellini di Liga Champions. Punto pertamanya dia cetak waktu Juventus menang 1-0 menjamu Maccabai Haifa di epoca grup delapan tahun silam.

Kemenangan atas Barcelona membuktikan betapa tangguhnya Juventus dalam kandang sendiri. Dengan laba tersebut, berarti Bianconeri telah meraih 16 kemenangan kandang secara beruntun di keseluruhan kompetisi dan tak terkalahkan dalam 48 laga terakhirnya (M42 S6) di Juventus Stadium.

Itu tak lari dari performa brilian Dybala, yang dua golnya di 22 menit awal meracik Barcelona rusak luar-dalam kemudian berada di tepi kehancuran.